Lombok Barat, newsline.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat merencanakan langkah mitigasi bencana jangka menengah dan panjang untuk mengurangi potensi banjir dan dampak kerusakan lingkungan yang terus berulang di sejumlah wilayah, Lombok Barat, Rabu (14/1).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penanganan bencana tidak cukup dilakukan melalui solusi jangka pendek seperti peninggian tanggul, tanpa disertai pembenahan di wilayah hulu.
“Jika hulunya tidak dibenahi, banjir akan terus berulang. Kerusakan perbukitan dan berkurangnya daerah resapan air menjadi persoalan utama,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Sekotong, Lombok Barat.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pemerintah desa juga diminta lebih selektif dalam memberikan rekomendasi pemanfaatan lahan yang berpotensi berdampak pada kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak banjir di Desa Pengantap, Kecamatan Sekotong.
Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak seperti sembako, selimut, dan perlengkapan hidup lainnya.
Gubernur menjelaskan penanganan banjir dilakukan secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap darurat, pemerintah memprioritaskan distribusi bantuan logistik serta pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi.
“Curah hujan masih tinggi, sehingga normalisasi saluran air harus segera dilakukan,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator, melalui dukungan Dinas PUPR dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Sedimentasi sungai sementara dimanfaatkan sebagai tanggul darurat sambil menunggu penanganan permanen.
Terkait kerusakan infrastruktur jalan, Gubernur menyebut perbaikannya telah masuk dalam usulan peningkatan jalan daerah dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal dan skala prioritas.
“Selama ini prioritas diberikan pada jalur logistik. Ke depan, kawasan ini akan diperlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata,” ucapnya.
Sementara itu, untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir, pemerintah akan menetapkan status tanggap darurat melalui surat keputusan agar penanganannya dapat dilakukan melalui belanja tidak terduga Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, sejumlah instansi dan lembaga turut menyalurkan bantuan logistik dan layanan pendukung, di antaranya Baznas Provinsi NTB, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD Provinsi NTB.
Usai meninjau Sekotong, Gubernur bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Kabul, Lombok Tengah. Pemerintah memastikan langkah penanganan yang dilakukan mengacu pada skema jangka pendek, menengah, dan panjang yang sama.







