Jakarta, newsline.id — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan tema Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU versi Masehi, ” Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia “, dalam rangkaian acara Khatmil Quran dan Istigatsah Harlah ke-103 NU di Lobi Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, tema tersebut merupakan hasil kesepakatan rapat gabungan PBNU pada Agustus 2025.
“Ini tagline yang disepakati dalam rapat gabungan pada bulan Agustus 2025 yang lalu,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Gus Yahya menjelaskan tema itu menjadi kelanjutan visi besar NU, yakni membangun peradaban, yang juga menjadi cita-cita berdirinya jam’iyyah NU.
“Oleh sebab itu, PBNU memulai dengan tagaline Merawat Jagat Membangun Peradaban karena kita memahami bahwa jamiyyah ini didirikan dengan visi untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu’minin, tapi juga untuk seluruh umat manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa membangun peradaban memiliki tujuan menuju peradaban yang mulia.
“Maka kita semua harus menghidupkan di dalam pikiran dan hati kita cita-cita peradaban yang mulia ini untuk seluruh umat manusia,” kata Gus Yahya.
Ketua Umum PBNU itu juga menekankan pentingnya persatuan di tubuh NU.
“Dan tidak ada pilihan menjadi barisan perjuangan yang kuat selain kita harus bersatu,” tegasnya.
Gus Yahya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar, peringatan harlah hanya memakai penanggalan Hijriah. Meski begitu, untuk memudahkan masyarakat internasional, PBNU juga menggunakan penanggalan Masehi.
“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender masehi, insyaallah, nanti pada tanggal 31 Januari karena Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak Harlah Satu Abad NU versi Masehi bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 31 Januari 2026.
“Kita insyallah akan selenggarakan selamatan juga mudah-mudahan bisa cukup besar walaupun tidak sebesar peringatan 1 Abad tahun 1444 di Sidoarjo yang dihadiri mungkin sampai 4 juta orang pada waktu itu. Insyallah kita akan selenggarakan selamatan di Gelora Bung Karno, Insyallah,” kata Gus Yahya.
Penulis : R9







