Mataram, newsline.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengirimkan Tim Medis Dukungan Bencana ke Provinsi Aceh untuk membantu penanganan banjir. Pelepasan tim dilakukan di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/12).
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan pengiriman tim medis ini merupakan bentuk solidaritas antardaerah sekaligus balasan atas dukungan Aceh saat NTB menghadapi bencana sebelumnya.
“Ketika kita menghadapi bencana, mereka tiba datang ke kita dan memberikan dukungan bantuan serta merta. Inilah saatnya sekarang kita membalas kebaikan mereka dan menyambung kembali persaudaraan kita yang sudah kita buktikan saat kita menghadapi bencana ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga:Guci Tegal Aman Dikunjungi, Bupati Pastikan Wisata Pulih Pasca Banjir Bandang
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, wilayah yang paling membutuhkan bantuan medis saat ini adalah Aceh Utara. Gubernur menegaskan prioritas pengiriman tim kesehatan ke daerah tersebut.
“Yang paling membutuhkan adalah teman-teman kita di Aceh. Kita sudah konsultasi dengan teman-teman di Aceh yang paling mendesak sekarang adalah Aceh Utara, terutama tim medis mereka sangat menunggu kehadiran kita, tim medis NTB bagi mereka,” jelas Iqbal.
Selain personel, Pemprov NTB menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk penanganan bencana. Dana tersebut berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) masing-masing provinsi sebesar Rp1 miliar, serta tambahan dana bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Gubernur juga menekankan kesiapan fisik dan kesehatan tim sebagai faktor utama sebelum diterjunkan ke daerah terdampak.
“Yang kita kirim sekarang ini adalah tim terbaik yang kita miliki yang sudah kita seleksi, dan kita yakin bahwa mereka bisa meringankan beban yang dihadapi oleh saudara-saudara kita,” katanya.
Sebanyak 32 personel akan diberangkatkan secara bertahap, dimulai dari tim medis, kemudian disusul unsur Dinas Sosial, BAZNAS, BPBD, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Tim dijadwalkan bertugas selama delapan hari untuk memperkuat layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Aceh.
Penulis : R9







