NTB, newsline.id – Tim nasional Maroko harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Mali pada pertandingan Grup A Piala Afrika (Afcon) yang berlangsung di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Jumat malam waktu setempat. Laga ini diwarnai dua hadiah penalti yang diberikan setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR).
Maroko unggul lebih dahulu melalui eksekusi penalti Brahim Diaz pada masa tambahan waktu babak pertama. Hadiah penalti diberikan setelah bola mengenai tangan bek kiri Mali, Nathan Gassama, di area terlarang, sehingga wasit Abdou Abdel Mefire diminta meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor VAR.
Mali mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-62, juga lewat titik putih. Penalti diberikan setelah Lassine Sinayoko dilanggar Jawad El Yamiq di kotak penalti. Sinayoko berhasil menjalankan tugasnya dengan baik untuk menaklukkan kiper Maroko, Yassine Bounou, meski mendapat tekanan dari suporter tuan rumah.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Penjaga gawang Mali, Djigui Diarra, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia melakukan penyelamatan penting terhadap peluang Youssef En-Nesyri serta menggagalkan kemungkinan gol bunuh diri Woyo Coulibaly pada menit-menit akhir masa tambahan waktu.
Hasil ini membuat Maroko tetap berada di puncak klasemen sementara Grup A dengan raihan empat poin. Mali dan Zambia sama-sama mengoleksi dua poin, sementara Comoros berada di posisi terbawah dengan satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Zambia pada laga sebelumnya.
Pertandingan terakhir Grup A akan digelar pada Senin. Maroko dijadwalkan menghadapi Zambia di Rabat, sedangkan Mali akan bertemu Comoros di Casablanca.
Pelatih Mali, Tom Saintfiet, melakukan lima perubahan dalam susunan pemainnya, termasuk mengembalikan kapten tim Yves Bissouma yang pulih dari cedera. Sementara itu, El Bilal Toure, Nene Dorgeles, dan Kamory Doumbia memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Di kubu Maroko, kapten tim Achraf Hakimi masih belum diturunkan sejak awal laga. Brahim Diaz kembali menjadi penggerak utama serangan Atlas Lions dan sempat menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-17, meski gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Keputusan penalti untuk Maroko pada akhir babak pertama sempat menjadi sorotan karena dinilai cukup kontroversial. Sebaliknya, penalti yang diperoleh Mali pada babak kedua dinilai jelas, meski wasit sempat terlambat mendapatkan arahan VAR akibat posisi pandangannya yang terhalang.
Pelatih Maroko Walid Regragui kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta.
Hasil imbang ini mengakhiri rekor 19 kemenangan beruntun Maroko di semua kompetisi. Kendati demikian, Atlas Lions masih mempertahankan catatan tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan terakhir sejak tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika 2023.







