NTB, newsline.id – Timnas U-23 Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak semifinal cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025, meskipun menutup laga terakhir Grup C dengan kemenangan 3–1 atas Myanmar, Jumat.
Berdasarkan data resmi SEA Games 2025, Indonesia finis di peringkat kedua Grup C dengan tiga poin dari dua pertandingan. Namun, posisi tersebut tidak cukup untuk membawa Garuda Muda lolos sebagai runner-up terbaik karena kalah produktivitas gol dari Malaysia yang berada di Grup B.
Indonesia mencetak total tiga gol dan kebobolan dua gol selama fase grup, sedangkan Malaysia mengoleksi empat gol dan kebobolan tiga gol. Selisih produktivitas ini membuat peluang Indonesia untuk melangkah ke empat besar pupus.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Empat tim yang memastikan tiket semifinal adalah Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Thailand melaju sebagai juara Grup A setelah meraih dua kemenangan atas Timor Leste dan Singapura. Vietnam memuncaki Grup B dengan enam poin hasil kemenangan atas Malaysia dan Laos. Filipina menjadi juara Grup C usai menaklukkan Myanmar dan Indonesia, sementara Malaysia lolos sebagai peringkat kedua terbaik.
Dalam pertandingan penentu kontra Myanmar, Indonesia tampil agresif sejak awal. Peluang awal hadir dari sepakan Toni Firmansyah dan sundulan Kadek Arel, namun keduanya belum menemui sasaran. Sebaliknya, Myanmar unggul terlebih dahulu pada menit ke-29 melalui tendangan jarak jauh Min Maw Oo.
Indonesia berupaya menyamakan kedudukan dan nyaris mencetak gol lewat Mauro Zijlstra, tetapi upayanya masih melebar dan satu peluang lain berhasil dihalau tepat di garis gawang. Gol penyeimbang baru tercipta pada menit ke-45 ketika Toni Firmansyah memanfaatkan kesalahan kiper Hein Htet Soe untuk mengubah skor menjadi 1–1.
Pada babak kedua, alur permainan kembali dikuasai Indonesia. Kadek Arel, Donny Tri Pamungkas, dan Kadek Arel kembali mencatatkan peluang emas, tetapi semuanya masih digagalkan pertahanan Myanmar. Myanmar pun sempat mengancam lewat kapten Zaw Win Thein, namun tembakannya melenceng.
Kebuntuan terpecahkan jelang laga berakhir. Jens Raven membawa Indonesia unggul 2–1 pada menit ke-89 setelah menerima umpan terobosan dari Muhammad Ferrari. Pemain keturunan itu kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-95, memperbesar keunggulan menjadi 3–1.
Meski terus menekan untuk mencari gol keempat yang sangat dibutuhkan guna memperbaiki selisih gol, Indonesia tidak mampu menambah angka hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan tersebut akhirnya tidak cukup untuk membawa Garuda Muda melanjutkan langkah ke babak semifinal.
Harapan Indonesia untuk mengulang prestasi edisi sebelumnya pun harus terhenti di fase grup, menyusul ketatnya persaingan produktivitas gol di antara para runner-up grup.
Penulis : R9







