Lombok Barat, newsline.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meluncurkan Gerakan Desa Berdaya Makmur Mendunia sebagai upaya memperkuat pembangunan berbasis desa untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, di Desa Kebon Ayu, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (16/12).
Peluncuran gerakan tersebut menandai dimulainya pola kerja pembangunan desa yang terarah, terpadu, dan berbasis data dengan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, desa, masyarakat, dunia usaha, serta mitra pembangunan guna memastikan seluruh program dan pembiayaan yang masuk ke desa berjalan selaras dan tepat sasaran.
“Desa Berdaya sejatinya bukan sebuah program, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, organisasi nonpemerintah, hingga pemerintah daerah,” ucap Iqbal.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa selama ini berbagai intervensi penanggulangan kemiskinan di desa berjalan secara parsial dan tanpa orkestrasi yang jelas, sehingga dampaknya tidak berkelanjutan dan belum mampu menurunkan kemiskinan secara signifikan.
“Setiap pihak masuk ke desa dengan pendekatannya masing-masing. Ketika satu sektor selesai didampingi, kemiskinan tidak otomatis hilang. Inilah yang ingin kita perbaiki melalui Desa Berdaya,” ujarnya.
Melalui Program Desa Berdaya Transformatif, Pemerintah Provinsi NTB mengambil peran sebagai orkestrator pembangunan desa dengan menyinergikan program dan pembiayaan dari tingkat pusat hingga desa agar lebih fokus dan terarah.
Sebanyak 1.166 desa dan kelurahan di NTB akan diperkuat melalui gerakan ini, dengan prioritas pada 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Pada tahap awal tahun 2026, program akan dimulai di 40 desa dengan sasaran pendampingan terhadap 7.225 kepala keluarga melalui pendampingan intensif dan penguatan usaha masyarakat.
Iqbal menegaskan pentingnya kesamaan perspektif dan satu garis komando antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar hasil pelaksanaan Desa Berdaya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Inti dari Desa Berdaya adalah kerja gotong royong untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan,” katanya.
Peluncuran gerakan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur NTB dan para mitra pembangunan, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan sejumlah perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, para kepala daerah kabupaten di NTB, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, serta Ketua TP PKK Provinsi NTB.
Penulis : R9







