Bupati Lombok Timur Paparkan Capaian Ekonomi 7,93 Persen di Virtual Assessment TPAKD Award 2026

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ntb.newsline.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengikuti tahapan Virtual Assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional melalui Zoom Meeting pada Jumat (24/7). Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta jajaran pimpinan OPD dan stakeholders akses keuangan daerah dari Ruang Rapat Bupati.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin kemudian turut bergabung secara virtual untuk menyampaikan arahan dan dukungannya. Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas perhatiannya bagi kemajuan Lombok Timur.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam percepatan akses keuangan daerah, di antaranya melalui penyaluran bantuan UMKM sebanyak Rp20 miliar, melanjutkan program Lotim Berkembang berupa subsidi bunga pinjaman untuk pelaku usaha pertanian dan perkebunan, serta gerakan pembuatan rekening tabungan santri (Satu Santri Satu Rekening).

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati juga menyampaikan peran strategis Baznas Lombok Timur yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda. Capaian pengumpulan ZIS Lombok Timur tercatat melonjak signifikan dari Rp10–12 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp24 miliar pada tahun 2026.

Menambahkan paparan Bupati, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lombok Timur secara tahunan pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,93 persen, dan melonjak signifikan pada Triwulan I tahun 2026 hingga mencapai 7,93 persen berdasarkan rilis resmi BPS.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyadari angka kemiskinan daerah masih berada di angka 13,53 persen. Dengan populasi mencapai hampir 1,5 juta jiwa atau sekitar 25 persen dari total penduduk NTB, penguatan akses keuangan menjadi kunci utama untuk menggerakkan perekonomian dan menekan angka kemiskinan tersebut.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Lombok Timur secara konsisten menjalankan Tiga Program Unggulan TPAKD, salah satunya Program Lotim Berkembang. Program yang telah diinisiasi sejak tahun 2020 tersebut berfokus pada dua sektor utama, yaitu peternakan dan UMKM.

Pada sektor peternakan, program ini sukses menjangkau 14.564 nasabah hingga tahun 2025. Meskipun sempat menghadapi tantangan akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tingkat Non-Performing Loan (NPL) di kalangan peternak tetap terkendali dengan baik di angka 1,03 persen.

Sementara pada sektor UMKM, TPAKD melalui skema bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyisir 611 pelaku usaha. Sebagai dorongan, Pemkab juga memfasilitasi kegiatan Car Free Night (CFN) setiap malam Kamis, yang dalam 50 minggu pelaksanaan sukses mencatatkan omzet hingga Rp464 juta bagi 60 UMKM, lengkap dengan edukasi pembayaran digital.

Program unggulan lainnya adalah Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Program ini berfokus pada penguatan akses keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren. Meskipun baru dimulai di satu pondok pesantren, tingkat perputaran akses keuangannya terbukti sangat tinggi. Pada tahun ini, pemerintah daerah menambah satu pondok pesantren berskala besar untuk bergabung. Ke depan, Pemkab Lombok Timur berkomitmen terus meningkatkan volume, kuantitas, maupun kualitas pembiayaan bagi sektor peternakan, UMKM, dan pesantren.

Program berikutnya adalah Program Rekening Pelajar yang berhasil menjangkau sekitar 308.000 pelajar di Kabupaten Lombok Timur dengan akumulasi saldo mencapai Rp76 miliar.

Penguatan akses keuangan daerah juga disinergikan dengan Baznas melalui program Petani Mustahik. Program bantuan penanaman jagung di atas lahan seluas 50 hektar tersebut dilaporkan telah berhasil melakukan panen raya pada Juni.

Sekda H. Muhammad Juaini Taofik yang turut hadir pada kesempatan tersebut menambahkan terkait penanganan sektor peternakan. Kendati menghadapi tantangan tersendiri, pendekatan yang digunakan pemerintah daerah kini lebih persuasif dengan keterlibatan berbagai OPD teknis hingga Satpol PP.

Sementara melalui program EPIKS, pemerintah daerah juga melibatkan Dinas Pendidikan. Fokus utama pada tahun 2025 adalah peningkatan literasi keuangan syariah bagi para wali murid serta lingkungan pondok pesantren. Hasilnya dinilai sangat signifikan, pengetahuan masyarakat meningkat pesat, dan nilai akses keuangan tumbuh pesat dari yang sebelumnya Rp12 juta kini mencapai Rp4 miliar. Keberhasilan tersebut didukung oleh pengawasan langsung dari DPRD serta pendampingan dari Dinas Pendidikan.

Mendukung Program Desa Berdaya yang merupakan program Pemprov NTB untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, Pemda memulainya dengan menyiapkan bantuan sosial sebesar kurang lebih Rp1,8 juta per KK bagi masyarakat miskin ekstrem, yang disertai dengan program kewirausahaan.

Melalui Program Desa Berdaya ini, warga miskin ekstrem diprioritaskan untuk menjadi penyuplai dalam rantai pasok program MBG dan masuk ke dalam KDMP. Dengan adanya integrasi ini, Sekda optimistis efektivitas keuangan daerah akan semakin nyata dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.

Pada sesi terakhir, Asisten Deputi Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian, Erdiriyo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Virtual Assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional tersebut.

Erdiriyo berharap seluruh capaian dan program kerja TPAKD Kabupaten Lombok Timur ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, menekan angka kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran.

“Semoga penguatan program inklusi keuangan di daerah ini semakin membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur,” pungkasnya.

Penulis : ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Sekda Lotim Buka Jeruk Manis Festival IV, Apresiasi Kemandirian Desa dan Warisan Adat Kayu Jejeneng
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:38 WITA

KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Berita Terbaru