NTB, newsline.id — Chelsea FC resmi berpisah dengan Enzo Maresca dari jabatan pelatih kepala setelah 18 bulan menangani tim di Stamford Bridge. Keputusan tersebut diambil di tengah performa tim yang dinilai belum konsisten di Liga Inggris, Kamis, (1/1).
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebut perpisahan ini dilakukan atas kesepakatan bersama.
“Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah berpisah,” tulis klub dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Chelsea juga menyampaikan apresiasi atas capaian Maresca selama menangani tim.
“Selama berada di klub, Enzo memimpin tim meraih gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Prestasi tersebut akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah klub, dan kami berterima kasih atas kontribusinya,” lanjut pernyataan tersebut.
Maresca meninggalkan Chelsea dengan posisi tim berada di peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris, tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal. The Blues hanya mencatat satu kemenangan dari tujuh laga liga terakhir.
Klub menilai perubahan ini diperlukan demi menjaga peluang mencapai target musim ini.
“Dengan sejumlah target penting yang masih diperjuangkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi Liga Champions, Enzo dan klub percaya perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk kembali ke jalur yang tepat,” tulis Chelsea. Klub juga menegaskan, “Kami mendoakan yang terbaik untuk Enzo di masa depan.”
Menurut laporan Sky Sports News, keputusan ini digambarkan sebagai keputusan bersama, meski dipicu oleh sejumlah faktor.
Jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol, menyebut hasil pertandingan menjadi alasan utama.
“Hasilnya memang tidak cukup baik. Chelsea hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan Liga Inggris terakhir mereka,” ujar Solhekol.
Ia menambahkan bahwa terdapat persoalan di balik layar.
“Saya percaya ada perbedaan pandangan terkait protokol pemulihan pemain cedera. Di Chelsea, keputusan akhir berada di tangan tim medis independen, bukan pelatih kepala,” katanya.
Sky Sports juga melaporkan bahwa spekulasi keterkaitan Maresca dengan klub lain turut memengaruhi situasi.
“Ada perasaan di dalam klub bahwa rumor ketertarikan dari Juventus dan Manchester City menjadi gangguan dan bertepatan dengan penurunan performa tim,” ungkapnya.
Chelsea memastikan akan menunjuk pelatih kepala baru dalam waktu dekat.
“Informan saya menyebutkan Chelsea akan menunjuk pelatih permanen dalam hitungan hari, bukan pekan,” ujarnya.
Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi salah satu kandidat utama, meski dinilai masih minim pengalaman di level tertinggi.
Selain Rosenior, sejumlah nama lain turut masuk dalam bursa calon pelatih, antara lain mantan pelatih Barcelona Xavi Hernandez, pelatih Crystal Palace Oliver Glasner, pelatih Fulham Marco Silva, dan pelatih Bournemouth Andoni Iraola.
Maresca ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada Juni 2024 untuk menggantikan Mauricio Pochettino.
Pada musim pertamanya, ia membawa Chelsea finis di posisi empat besar Liga Inggris sekaligus menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Kontraknya sejatinya masih berlaku hingga 2029.
Namun, hubungan Maresca dengan manajemen klub disebut merenggang sejak Desember lalu. Setelah kemenangan 2-0 atas Everton, Maresca mengaku mengalami “48 jam terburuk” selama di klub karena “banyak orang tidak mendukung saya dan tim”.
Laga terakhir Maresca bersama Chelsea berakhir imbang 2-2 melawan Bournemouth. Chelsea selanjutnya dijadwalkan menghadapi Manchester City pada pertandingan Liga Inggris akhir pekan ini dalam rangkaian jadwal padat Januari.
Kepergian Maresca membuat Chelsea kembali mencari pelatih permanen keempat sejak klub diakuisisi oleh konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital pada Mei 2022.
Penulis : R9









