newsline.id – Pelatih Real Madrid Xabi Alonso menilai timnya tetap menunjukkan karakter dan daya juang tinggi meskipun harus menelan kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol.
“Ada perasaan campur aduk. Di satu sisi kami kecewa karena gagal meraih gelar, tetapi di sisi lain saya bangga karena tim berjuang hingga akhir,” kata Xabi Alonso seusai pertandingan dikutip dari marca.
Ia menilai laga berjalan ketat dengan dinamika yang berubah cepat. Menurutnya, Real Madrid mampu menjaga organisasi permainan dengan baik pada fase awal pertandingan dan membatasi peluang lawan.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pandangan Alonso, situasi berubah setelah jeda. Real Madrid mulai lebih berani membangun serangan, terutama melalui sisi kiri yang dimotori Vinicius Junior.
“Kami sempat menemukan momentum dan menciptakan peluang. Setelah kebobolan gol ketiga, saya masih yakin kami bisa menyamakan skor, tetapi penyelesaian akhir menjadi kendala,” ujarnya.
Alonso juga menyinggung kondisi fisik pemain yang belum sepenuhnya ideal akibat cedera, sehingga memengaruhi konsistensi permainan dan rotasi skuat.
Ia menyebut Vinicius tampil efektif sebelum ditarik keluar pada menit ke-85 karena kelelahan, dengan kontribusi gol dan ancaman konstan bagi pertahanan lawan.
“Dia tampil sangat menentukan di sisi sayap. Golnya menunjukkan kualitasnya,” Ucap Alonso.
Terkait Kylian Mbappe, Alonso menjelaskan penyerang asal Prancis itu belum disiapkan tampil sejak awal karena pertimbangan kondisi fisik.
“Kami ingin menambah ancaman di lini depan. Dia memberi dampak ketika masuk, meski situasi sudah tidak menguntungkan,” tegasnya.
Meski gagal meraih trofi, Alonso menilai Supercopa bukan prioritas utama musim ini. Ia menegaskan fokus tim kini tertuju pada pemulihan pemain dan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami harus segera bangkit, memulihkan kondisi, dan melangkah ke depan,” tutupnya.









