Mataram, newsline.id — Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) Kementerian PUPR mengeruk sedimen sungai dan selokan yang mengalami pendangkalan di Desa Perempuan, Kecamatan Labuapi, Selasa (27/1), sebagai bagian penanganan pascabanjir.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai dan saluran drainase yang berkurang akibat penumpukan material sedimen setelah banjir. Pendangkalan tersebut dinilai memperlambat aliran air dan berpotensi memicu genangan saat curah hujan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, BBWS NT I menurunkan alat berat guna membersihkan lumpur, pasir, dan material lain yang menyumbat aliran air. Proses pengerukan dilakukan bertahap dengan memperhatikan keselamatan kerja serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga sekitar.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya tersebut diharapkan membuat alur sungai dan sistem drainase di Desa Perampuan kembali berfungsi optimal sehingga risiko banjir susulan dapat diminimalkan.
Warga setempat menyambut baik kegiatan pengerukan karena dinilai membantu mengurangi potensi genangan di lingkungan permukiman.







