Selong, newsline.id — Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya bersama Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2026 di halaman Polres Lombok Timur, Kamis.
Apel tersebut digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk kesiapan aparat dalam mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kapolri, kesiapan tersebut penting untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri serta menjalani masa libur Lebaran dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Kapolri juga menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026 merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen yang terlibat, mulai dari TNI, Polri hingga organisasi masyarakat seperti Pramuka, untuk terus meningkatkan soliditas dan sinergi dalam pelaksanaan tugas pengamanan.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret.
Dalam rangka mendukung pengamanan tersebut, disiapkan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital dan lokasi keramaian, di antaranya masjid, objek wisata, pusat hiburan, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Kapolri dalam amanatnya juga mengingatkan seluruh personel agar mewaspadai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, serta balap liar.
Selain itu, personel juga diminta mengantisipasi keamanan rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik serta mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi selama periode operasi berlangsung.
Di akhir amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BNPB, Jasa Raharja hingga Pramuka.
Ia juga berpesan kepada seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dan pelayanan agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh personel TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, serta Pramuka.







