NTB, newsline.id — Umat Islam memasuki salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah, yakni bulan Rajab, yang dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu Magrib) hari ini, seiring berakhirnya bulan Jumadil Akhir.
Penetapan awal bulan Rajab mengikuti sistem kalender Hijriah yang didasarkan pada peredaran bulan (qamariah) mengelilingi Bumi. Dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam, berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari. Satu tahun Hijriah memiliki jumlah hari lebih pendek, sekitar 354 hingga 355 hari, dengan rata-rata satu bulan berlangsung selama 29,5 hari.
Bulan Rajab menempati urutan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, bersama bulan Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijah. Bulan-bulan tersebut memiliki keutamaan khusus, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi perbuatan maksiat.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ulama besar Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa bulan-bulan paling utama setelah Ramadhan adalah bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, yakni Muharram, Rajab, Dzulhijah, Dzulqa’dah, dan Sya’ban.
Rajab berada di antara bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban. Sebagai bulan haram, larangan untuk melakukan perbuatan terlarang pada bulan ini lebih ditekankan dibandingkan bulan lainnya. Sebaliknya, umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ketaatan dan ibadah sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan bulan tersebut.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36, yang menjelaskan bahwa dari dua belas bulan dalam ketetapan Allah, terdapat empat bulan haram. Pada bulan-bulan tersebut, umat manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan diperintahkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Datangnya bulan Rajab menjadi momentum bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual menjelang bulan Ramadhan, dengan memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat kedekatan kepada Allah SWT.
Penulis : R9







