newsline.id – Persoalan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia belum mereda. Setelah dinyatakan bersalah oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), para pemain tersebut kini dikabarkan tengah menimbang langkah hukum terhadap Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM).
Mereka menilai kesalahan administratif dalam proses naturalisasi telah menimbulkan kerugian besar, baik secara finansial maupun profesional. Ketujuh pemain yang dimaksud yakni Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Sanksi yang dijatuhkan FIFA cukup berat: larangan bermain selama 12 bulan dan denda pribadi sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp41 juta. Akibat keputusan itu, beberapa kontrak pemain diputus sepihak oleh klub masing-masing.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Mengutip laporan Harian Metro, rencana gugatan muncul setelah FAM mengakui adanya kesalahan teknis dalam penyerahan dokumen kepada FIFA. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut, kelalaian tersebut membuat para pemain kehilangan sumber penghasilan utama.
“Para pemain sedang menimbang langkah hukum terhadap FAM atas kesalahan teknis yang diakui sendiri. Mereka berhak melakukannya karena sanksi itu membuat mereka kehilangan mata pencaharian,” ujar sumber tersebut.
Saat ini, tujuh pemain itu disebut tengah berunding dengan kuasa hukum asing untuk menyiapkan opsi hukum yang memungkinkan. Gugatan yang dipertimbangkan tidak semata menuntut kompensasi finansial, tetapi juga pemulihan nama baik setelah dijatuhi sanksi.
Sementara itu, upaya banding FAM ke FIFA sebelumnya berakhir gagal. Federasi sepak bola nasional itu hanya punya satu peluang tersisa, yakni membawa perkara tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dalam waktu 21 hari sejak keputusan diterbitkan pada 26 September 2025.
Situasi ini menjadi pukulan berat bagi sepak bola Malaysia. Sebab, sebagian pemain yang terseret kasus adalah andalan tim nasional dan klub besar Liga Super Malaysia. Absennya mereka diperkirakan berdampak pada performa tim menjelang Piala AFF 2026 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Selain menghadapi sanksi denda sebesar 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar, FAM juga harus menyiapkan dana tambahan jika kasus berlanjut ke CAS.
Kendati biaya pengajuan banding disebut akan ditanggung oleh Tuanku Ismail Idris selaku pemilik klub Johor Darul Ta’zim, beban reputasi dan finansial tetap menjadi tanggungan berat bagi FAM.







