Lombok Timur, newsline.id — Komitmen menjaga mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditegaskan melalui rekrutmen terbuka yang digelar Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3 – Yayasan Indonesia Bangkit Mendunia selama dua pekan terakhir. Dari sekitar 1.000 pendaftar, 300 orang lolos seleksi administrasi dan mengikuti tes tulis pada Sabtu (31/1).
“Kita harus positive thinking. Kami ingin semua yang hadir di sini bisa bekerja. Kalau belum di dapur, bisa di sektor lain. Ini bukan makanan gratis, melainkan dibiayai pajak rakyat. Karena itu kualitas harus dijaga. Bahkan chef kami datangkan dari profesional,” ujar Ust. Bambang Cahyadi, selaku mitra.
Dari ratusan peserta tes, hanya 47 orang yang akan diterima untuk kebutuhan awal operasional dapur. Seleksi ketat ini disebut sebagai langkah menjaga mutu gizi, higienitas, dan akuntabilitas layanan sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap relawan yang bertugas di dapur MBG diwajibkan mengikuti pelatihan, sertifikasi higiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur pemeriksaan bahan makanan. Skema kerja juga mencakup honorarium dan perlindungan kerja.
Program ini turut melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku. Standar anggaran yang digunakan mengacu pada ketentuan BGN, yakni Rp10 ribu per porsi besar dan Rp8 ribu per porsi kecil.
“Bagi yang memiliki produk berkualitas, dipersilakan menyuplai ke dapur kami. Penyaluran akan dilakukan bergilir dengan tetap menjaga standar mutu dan harga,” kata Bambang.
Dukungan kegiatan ini datang dari unsur kecamatan, TNI-Polri, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lombok Timur. Mereka menilai rekrutmen terbuka menjadi bagian dari transparansi sekaligus kontrol kualitas pelaksanaan program di lapangan.
Perwakilan FKDM Lombok Timur mengingatkan pentingnya disiplin relawan untuk mencegah risiko keracunan makanan, mengingat program MBG telah berjalan di banyak dapur di wilayah tersebut.
Rekrutmen ini dinilai bukan sekadar perekrutan relawan, melainkan upaya membangun sistem kerja dapur yang terstandar, profesional, dan berdampak pada ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku usaha sekitar. (AK)
Editor : R9









