Produksi Padi NTB Naik 16,85 Persen pada 2025, Pemprov Optimistis Perkuat Swasembada Pangan 2026

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, newsline.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat peningkatan produksi padi sepanjang 2025 dan menyatakan optimistis memperkuat swasembada pangan daerah pada 2026. Kenaikan produksi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik mengatakan berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi NTB pada 2025 mencapai 1.698.283 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini ditopang oleh bertambahnya luas panen dan produktivitas padi. Luas panen meningkat dari 281.718 hektare pada 2024 menjadi 322.927 hektare pada 2025, sementara produktivitas naik dari 51,59 kuintal per hektare menjadi 52,59 kuintal per hektare,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, peningkatan produksi terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di NTB. Kabupaten Lombok Tengah menjadi daerah dengan produksi tertinggi, diikuti Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur. Sementara produktivitas tertinggi tercatat di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Ahsanul, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, hingga peran petani di lapangan.

“Ini menjadi fondasi optimisme NTB untuk terus memperkuat swasembada pangan pada 2026,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani menambahkan, peningkatan produksi padi tidak terlepas dari sejumlah kebijakan pendukung, seperti optimalisasi lahan pertanian, penggunaan benih unggul bersertifikat, penyaluran pupuk subsidi sesuai RDKK, serta penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani.

“Memasuki 2026, kami akan terus menggerakkan seluruh potensi daerah melalui optimalisasi lahan dan program strategis lainnya agar tren peningkatan produksi dapat dipertahankan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menyelaraskan kebijakan daerah dengan program swasembada pangan nasional.

“NTB optimistis dapat terus menjaga ketahanan pangan dan berkontribusi dalam mewujudkan kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” kata Eva Dewiyani.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Perlu Khawatir, Bupati Lotim Pastikan Perpanjangan SK PPPK
Pejabat Pemasyarakatan NTB Dilantik di Lapas Selong, Tekankan Integritas
TMMD ke-128 Dimulai di Suralaga, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas
Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Resmikan Gedung PGRI Masbagik, Bupati Lotim Soroti Peran Guru dan Disiplin Pembangunan
Menghidupkan Spirit Kartini dan Hamzanwadi, HIMMAH NWDI Gelar Kartini Banat Fest 2026
Lotim berangkatkan 1.406 calon haji, kloter pertama dilepas.
Lotim masuk nominasi “entrepreneur government”, andalkan skema pembiayaan kreatif

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:23 WITA

Tidak Perlu Khawatir, Bupati Lotim Pastikan Perpanjangan SK PPPK

Rabu, 22 April 2026 - 17:57 WITA

Pejabat Pemasyarakatan NTB Dilantik di Lapas Selong, Tekankan Integritas

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WITA

TMMD ke-128 Dimulai di Suralaga, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

Rabu, 22 April 2026 - 17:35 WITA

Peletakan Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Kaitkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 16:54 WITA

Menghidupkan Spirit Kartini dan Hamzanwadi, HIMMAH NWDI Gelar Kartini Banat Fest 2026

Berita Terbaru

Lombok Timur

Tidak Perlu Khawatir, Bupati Lotim Pastikan Perpanjangan SK PPPK

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:23 WITA

Lombok Timur

TMMD ke-128 Dimulai di Suralaga, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:50 WITA