Jakarta, newsline.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, menekankan pentingnya percepatan program hilirisasi di sektor perikanan, pertanian, energi, dan sumber daya mineral, Jakarta, Jum’at, (7/11).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden setelah kunjungan kerja ke Cilegon dan hasil koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia. Pemerintah menargetkan penyelesaian 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi hampir mencapai Rp600 triliun.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Percepatan hilirisasi baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara. Tadi kami sudah membicarakan setelah pulang dari Cilegon, arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS (feasibility study), dan sudah dibicarakan dengan Danantara, tadi Pak Rosan juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya,” ujar Bahlil kepada awak media usai rapat.
Menurut Bahlil, seluruh proyek tersebut diharapkan mulai memasuki kegiatan lapangan pada 2026 mendatang sehingga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
“Dengan kita melakukan percepatan 18 proyek yang nilai investasinya hampir Rp600 triliun, maka ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor,” katanya.
Rapat juga membahas kebutuhan energi nasional, khususnya terkait produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor. Bahlil menyebut, konsumsi LPG nasional saat ini sekitar 1,2 juta ton per tahun dan diperkirakan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2026.
“Kita tahu bahwa tadi kita baru habis resmikan Cilegon, itu kita membutuhkan LPG kurang lebih sekitar 1,2 juta ton per tahun. Maka konsumsi kita nanti ke depan, di 2026, itu sudah mencapai hampir 10 juta ton LPG. Tidak bisa kita lama, kita harus segera membangun industri-industri dalam negeri,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan kilang minyak nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Salah satu proyek kilang direncanakan akan diresmikan pada 10 November 2025.
“Selain itu kita akan membangun kilang minyak kita. Kita tahu bahwa 10 November besok kita akan resmikan, tapi sisanya yang lain akan berjalan,” pungkas Bahlil.
Penulis : R9
Editor : Redaksi newsline NTB








