Sembalun, newsline.id – Petani di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat prestasi membanggakan pada musim panen raya bawang putih. Kelompok Tani Pusuk Pujata berhasil melampaui target produksi yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada kegiatan panen yang berlangsung 6–7 November 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Muhammad Riadi, menyampaikan bahwa hasil ubinan menunjukkan produksi mencapai 21,27 ton per hektare, melebihi target minimal nasional sebesar 20 ton per hektare yang sebelumnya ditetapkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
“Capaian ini membuktikan bahwa petani NTB memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian benih bawang putih nasional,” ujar Riadi, Jumat (7/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Program panen raya tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan perbenihan bawang putih Kementan di Lombok Timur dengan total luas lahan 333 hektare. Dari jumlah itu, 188 hektare telah dipanen, termasuk 45 hektare yang dipanen pada pekan ini.
Riadi memberikan apresiasi atas kerja keras para petani yang berhasil meningkatkan produktivitas di atas rata-rata nasional. Ia menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memperkuat sektor hortikultura nasional.
“Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan komoditas hortikultura unggulan yang berdaya saing,” katanya.
Meski hasil panen terbilang tinggi, Riadi mengingatkan pentingnya perhatian terhadap penanganan pascapanen. Ia mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan bantuan berupa mesin pascapanen skala kecil untuk menunjang produktivitas petani.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar hasil bawang putih tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti tepung atau pasta bawang putih.
“Kami berharap petani di NTB dapat memperoleh fasilitas pascapanen agar mutu hasil tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat,” tutup Riadi.
Penulis : HA
Editor : R9







