Bupati Lotim Sampaikan Usulan Daerah ke BNPB, Soroti Kekeringan dan Infrastruktur Rusak di Daerah

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ntb.newsline.id – Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, L. Muhammad Iqbal, menyebut sejumlah daerah di NTB sudah mulai terdampak kekeringan. Per 23 Juli 2026, kekeringan telah terjadi di 9 kabupaten/kota yang tersebar di 50 kecamatan dan 134 desa dengan lebih dari 206.000 jiwa terdampak.

Hal itu disampaikan Gubernur pada Rapat Koordinasi Kebencanaan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang berlangsung Jumat (24/7) di Mataram.

Seiring dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang disertai curah hujan yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya, Gubernur mengingatkan agar hal itu menjadi perhatian bersama seluruh bupati dan wali kota.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Iqbal menyebut masih ada waktu untuk melakukan upaya-upaya mitigasi guna menekan dampak kekeringan tersebut.

“Yang dapat kita lakukan adalah menyiapkan diri supaya dampaknya seminimal mungkin terhadap kita, terutama terhadap petani yang hidupnya bergantung pada ketersediaan air. Segala upaya kita lakukan untuk memastikan ketersediaan air masyarakat,” jelasnya.

Persoalan bencana diyakini Gubernur Iqbal akan dapat diatasi dengan perencanaan yang baik. Dijelaskannya bahwa tangguh bencana selalu menjadi perhatian Pemprov NTB dalam setiap tahap perencanaan, termasuk dalam penyusunan RPJMD Provinsi.

Kaitan dengan bencana kekeringan, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, berharap BNPB dapat memberikan bantuan sumur bor bagi sepuluh wilayah di Lombok Timur yang setiap tahun selalu mengalami kekurangan air bersih. Bupati juga mengingatkan sejumlah jembatan yang putus akibat bencana yang masih belum dapat diperbaiki. Sebelumnya Pemda sudah mengajukan usulan perbaikan jembatan tersebut ke BNPB.

Menjawab hal tersebut, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut bahwa usulan Pemkab Lombok Timur sedianya telah masuk ke Kementerian Keuangan dan menunggu untuk dibahas. Ia berharap pembahasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa per 23 Juli di seluruh Indonesia tercatat 1.281 kejadian bencana. Bencana alam mendominasi dengan 99,14 persen merupakan bencana hidrometeorologi dan 0,86 persen bencana geologi.

NTB, jelasnya, pada setiap kabupaten/kota memiliki indeks risiko bencana (IRB) sedang dan tinggi, di mana Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima memiliki risiko tinggi, sementara kabupaten/kota lainnya, termasuk Lombok Timur, berada di risiko sedang. Sementara itu terkait kekeringan, risiko juga masuk dalam kelas sedang dan tinggi, demikian pula untuk risiko kebakaran.

Karena itu, ia mengharapkan agar menggunakan kajian risiko bencana (KRB) untuk menemukan akar masalah dalam perencanaan pembangunan, menjadikan kesiapsiagaan sebagai ruh utama dalam RPJMD dan RTRW 2025—2029, serta sinergisitas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta masyarakat.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan usulan lahan pangan berkelanjutan pada lahan baku sawah di Provinsi NTB dan penyusunan RTRW tingkat provinsi. Selain sebagai bentuk mitigasi bencana, hal ini juga untuk mendorong investasi terkait pembangunan fisik dan infrastruktur.

Penulis : ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Sekda Lotim Buka Jeruk Manis Festival IV, Apresiasi Kemandirian Desa dan Warisan Adat Kayu Jejeneng
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:38 WITA

KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Berita Terbaru