Mataram, newsline.id – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Oktober 2025 meningkat sebesar 0,65 persen dibanding bulan sebelumnya, terutama karena naiknya harga sejumlah komoditas pertanian utama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin, mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh pergerakan harga di subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, terutama pada komoditas jagung, tembakau, cabai merah, gabah, serta wortel.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Di sektor NTP mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Hal ini dipicu oleh sejumlah komoditas yang naik, di angka 0,65 persen,” ujar Wahyudin dalam rilis resmi BPS NTB, Senin (3/11).
Ia menambahkan, luas panen padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 322,50 ribu hektare atau naik 14,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi pun diproyeksikan meningkat 16,65 persen menjadi 1,70 juta ton.
Sementara itu, luas panen jagung diperkirakan mencapai 176,05 ribu hektare atau naik 1,32 persen dari tahun sebelumnya. Namun, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen justru mengalami penurunan tipis 0,66 persen menjadi 1,20 juta ton.
Penulis : R9
Editor : Redaksi Newsline NTB









