Lombok Timur, newsline.id – Polemik kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Lombok Timur terus bergulir. Kuasa hukum dari seorang tersangka berinisial S mengklaim bahwa kliennya bukan aktor utama dalam perkara tersebut, melainkan hanya dijadikan “tumbal penguasa” oleh pihak yang memiliki kendali lebih besar dalam proses pengadaan.
Menurut pihak kuasa hukum, Abdul Muhid mengatakan S hanya menjalankan tugas administratif sesuai instruksi atasan dan tidak pernah memiliki kewenangan dalam menentukan vendor, spesifikasi barang, maupun proses penganggaran. Mereka menegaskan bahwa posisi S berada di level subordinat yang tidak dapat menolak perintah dari atasan.
“Klien kami hanya menjalankan tugas teknis. Keputusan strategis berada pada pihak-pihak tertentu yang saat ini justru belum tersentuh secara maksimal,” ujar Abdul Muhid, Selasa (18/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya menilai sorotan penyidik terlalu banyak diarahkan kepada S, sementara aktor pengambil kebijakan yang dianggap lebih dominan dan memiliki peran sentral dalam menentukan alur proyek belum diungkap secara terang benderang oleh aparat penegak hukum.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini mencuat setelah sejumlah kejanggalan ditemukan dalam pelaksanaan distribusi dan nilai proyek. Proses pengadaan di sejumlah daerah dinilai tidak sesuai prosedur administrasi dan spesifikasi yang telah ditentukan.
Di Lombok Timur, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terkait, mulai dari pejabat dinas, panitia pengadaan, hingga tenaga teknis yang terlibat dalam alur administrasi proyek.
Sementara itu, aparat penegak hukum memastikan proses penyidikan masih berjalan intensif dan pemeriksaan akan dilakukan kepada seluruh pihak yang terkait. Penyidik menegaskan bahwa mereka bekerja secara profesional dan tidak menargetkan pihak tertentu tanpa dasar bukti yang kuat.
“Kami menggali keterangan dari semua pihak yang dianggap mengetahui alur pengadaan. Tidak ada pihak yang diistimewakan,” demikian pernyataan singkat dari salah satu pejabat penegak hukum terkait pendalaman kasus ini.
Penulis : Axl Kane (AM)
Editor : R9







