Jaga Kebhinekaan di Era Media Sosial, Ini Pesan Sekda Lombok Timur untuk Pemuda

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selong, ntb.newsline.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” yang diselenggarakan Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik di Kedai Teduh, Kelurahan Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).

Di hadapan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum, Juaini menyoroti bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia. Menurutnya, sekitar 60 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, sementara mayoritas pengguna internet berasal dari kalangan generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut, kata Juaini, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong kemajuan bangsa.

“Ini adalah peluang besar bagi bangsa Indonesia. Pemuda harus kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak negara mengalami kemunduran karena gagal beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, generasi muda tidak boleh menyia-nyiakan masa produktifnya hanya untuk kesenangan sesaat.

“Jangan waktu muda hanya digunakan untuk foya-foya. Masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Dalam paparannya, Juaini juga menyoroti fenomena echo chamber di media sosial, yakni kondisi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sesuai dengan pandangan dan keyakinannya sendiri. Fenomena tersebut dinilai berpotensi memicu fanatisme sempit, polarisasi, hingga intoleransi di tengah masyarakat.

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk membutuhkan generasi muda yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berdialog, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

“Indonesia adalah negara yang beragam. Pemuda tidak boleh menutup diri dan kurang pergaulan. Anak muda harus aktif berdialog, memperluas wawasan, dan tidak mudah terjebak pada sikap intoleran,” katanya.

Juaini menegaskan bahwa pemuda memiliki peran ganda dalam pembangunan bangsa. Selain sebagai agen persatuan nasional, generasi muda juga harus menjadi pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, sekaligus benteng dalam menghadapi penyebaran radikalisme, hoaks, dan disinformasi di ruang digital.

Lebih jauh, ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, kemampuan menentukan isu prioritas atau agenda setting menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Peran pemuda dalam agenda setting sangat penting. Anak muda harus berani terlibat dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dialog yang berlangsung interaktif tersebut diwarnai berbagai pertanyaan peserta terkait tantangan menjaga persatuan bangsa, perkembangan media sosial, literasi digital, hingga peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi dan kebhinekaan.

Sementara itu, Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran politik, meningkatkan literasi digital, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Lombok Timur.

“Kami berharap dialog ini mampu melahirkan generasi muda yang kritis, cerdas secara digital, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa dan daerah,” ujarnya.

Penulis : Ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Sekda Lotim Buka Jeruk Manis Festival IV, Apresiasi Kemandirian Desa dan Warisan Adat Kayu Jejeneng
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:38 WITA

KKN ITSkes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan PMT untuk 55 Balita Stunting di Pringgabaya Utara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Berita Terbaru