Mataram, newsline.id – Kerja Sama Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR BNN) memasuki fase pelaksanaan yang lebih konkret dalam Pertemuan Ketiga KR BNN di ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu, (28/1).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kolaborasi tiga provinsi itu telah bergerak dari komitmen politik menuju implementasi yang mulai dirasakan dampaknya, terutama pada penguatan konektivitas kawasan.
“Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas. Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal para gubernur di Bali pada 3 November 2025 dan penandatanganan nota kesepahaman di Mandalika, NTB, pada 25 November 2025, yang kini diturunkan dalam sejumlah perjanjian kerja sama teknis lintas sektor.
Kepala perangkat daerah dari Bali, NTB, dan NTT menandatangani perjanjian yang mencakup optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, pengembangan super grid energi terbarukan, penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi, pengembangan konektivitas transportasi laut, penyeberangan dan udara, serta integrasi perencanaan pembangunan regional.
Iqbal menegaskan NTB siap mengambil peran strategis dengan memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan kawasan Bali–NTB–NTT.
Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan komitmen daerahnya menjadi pusat koordinasi kerja sama melalui pembentukan sekretariat bersama.
“Kerja sama ini harus menjadi rumah bersama untuk kolaborasi nyata, bukan sekadar kesepakatan administratif,” katanya.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan Bali siap berperan sebagai hub pariwisata dan ekspor regional yang terintegrasi dengan NTB dan NTT.
Selain penandatanganan kerja sama teknis, Gubernur NTB dan Gubernur Bali turut menandatangani surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah PON 2028 yang ditujukan kepada Presiden RI sebagai bentuk komitmen penyelenggaraan berbasis kolaborasi regional.
Kegiatan ini dihadiri pejabat perangkat daerah, bupati, wali kota, serta pimpinan DPRD dari ketiga provinsi sebagai dukungan kelembagaan terhadap keberlanjutan kerja sama regional Bali–NTB–NTT.









