IDAI: Influenza H3N2 Subclade K Menular Cepat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa infeksi influenza A H3N2 varian subclade K, yang di masyarakat awam kerap disebut sebagai “superflu”, memiliki tingkat penularan yang relatif cepat sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), mengatakan bahwa cepatnya penyebaran varian tersebut menjadi salah satu alasan munculnya istilah “superflu”.

“Penularannya cukup tinggi. Satu orang diperkirakan dapat menularkan ke dua hingga tiga orang di sekitarnya. Bahkan, ada dugaan jumlahnya bisa lebih dari itu, meski hingga kini belum ada penelitian yang memastikan,” kata Nastiti dalam konferensi pers daring IDAI, Senin (29/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa secara umum influenza dapat dideteksi melalui pemeriksaan rapid test menggunakan swab. Namun, untuk memastikan jenis influenza A H3N2 beserta variannya, termasuk subclade K, diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa genome sequencing di laboratorium dengan fasilitas canggih.

“Varian subclade K ini merupakan bagian dari influenza A H3N2. Secara klinis, dokter tidak dapat membedakan apakah pasien terinfeksi subclade K atau influenza lainnya hanya dari gejala. Diagnosis pasti hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium khusus,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, Prof. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), menyebutkan bahwa subclade K menunjukkan gejala yang cenderung lebih berat dibandingkan influenza biasa maupun COVID-19 yang saat ini banyak beredar.

“Gejalanya meliputi demam tinggi mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius, nyeri otot yang berat, kelelahan ekstrem, batuk kering, serta sakit kepala dan nyeri tenggorokan yang hebat,” kata Agus saat dihubungi ANTARA, Selasa (30/12/2025).

Menurut dia, berbeda dengan subclade K, flu biasa dan COVID-19 saat ini umumnya menimbulkan gejala ringan hingga sedang.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan RI belum mengeluarkan laporan resmi terkait temuan influenza H3N2 subclade K di Indonesia. Meski demikian, Agus mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan.

Upaya tersebut antara lain menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker terutama saat berada di keramaian atau berinteraksi dengan orang sakit.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza dan menerapkan etika batuk serta bersin dengan menutup mulut dan hidung guna mencegah penularan penyakit.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi Khusus Waisak 2026, Enam Orang Langsung Bebas
BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta
Tagih Utang Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Duel di Kos-kosan Pagesangan
Tabrak Lari di Simpang Pagutan, Ibu dan Bayi Dua Bulan Jadi Korban
Kasus Kematian Mahasiswi NDR Dilimpahkan ke Satreskrim, Polisi Temukan Dugaan Unsur Pidana
Pemda Lombok Timur Sambut Hadirnya RS UMMAT PKU Muhammadiyah, Mendikdasmen Dorong Budaya Hidup Sehat
Lombok Timur Terima Rp105 Miliar Revitalisasi Pendidikan, 10 Sekolah Diresmikan
Damkar dan Polisi Sigap Tangani Kebakaran Ruko di Mataram, Kerugian Capai Puluhan Juta

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:25 WITA

1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi Khusus Waisak 2026, Enam Orang Langsung Bebas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:09 WITA

BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:35 WITA

Tagih Utang Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Duel di Kos-kosan Pagesangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:42 WITA

Tabrak Lari di Simpang Pagutan, Ibu dan Bayi Dua Bulan Jadi Korban

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:14 WITA

Kasus Kematian Mahasiswi NDR Dilimpahkan ke Satreskrim, Polisi Temukan Dugaan Unsur Pidana

Berita Terbaru