IAIH Pancor tegaskan Maulana Syaikh sebagai figur pemersatu Islam dan budaya Sasak

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selong, newsline.id – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar dialog publik bertema “Islam, Kiyai Hamzanwadi dan Identitas Sasak” di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur, Sabtu (15/11).

Dialog menegaskan kembali kedudukan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh sebagai tokoh pemersatu nilai keislaman dan budaya Sasak.

Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik, Agus Ilham Haliq, mengatakan persatuan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan harmoni di tengah keberagaman.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadilah pahlawan di bidang masing-masing, tetap jaga persatuan dan jangan terpecah belah, karena persatuan merupakan kekuatan bangsa ini,” ujarnya.

Ketua Majelis Pendidikan PB NWDI yang juga Guru Besar Universitas Hamzanwadi Selong, Prof. Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum., menyampaikan bahwa perjuangan Maulana Syaikh bersifat holistik karena menyentuh aspek agama, bangsa, dan negara melalui jalur pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.

“Maulana Syaikh adalah sosok pemikir yang berbeda dengan para tuan guru lokal saat itu yang fokus kajiannya hanya pada fikih,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kebanggaan terhadap tokoh besar tidak boleh berhenti pada simbol semata.

“Kita begitu membanggakan Hamzanwadi, tetapi apa yang sudah kita lakukan? Jangan hanya bangga, tetapi lakukan langkah nyata,” tegasnya.

Prof. Khirjan juga mendorong para murid dan generasi muda untuk aktif menulis, meneliti, dan mendokumentasikan ketokohan Maulana Syaikh agar nilai perjuangan dan pendidikan beliau tetap terwariskan.

“Perbedaan mengenai sejarah kelahiran Maulana Syaikh terjadi karena minimnya bukti tertulis. Kualitas tulisan sangat bergantung pada seberapa dekat penulis dengan beliau,” ujarnya sambil mengimbau kader NWDI yang berada di organisasi kemahasiswaan tetap memahami sejarah dan ajaran Maulana Syaikh.

Ia menegaskan pentingnya ruang-ruang dialektika agar sosok Maulana Syaikh semakin dikenal para murid dan menjadi dorongan untuk memperbanyak karya tulis tentang pemikiran beliau.

Melalui dialog tersebut, IAIH Pancor berharap warisan pemikiran Maulana Syaikh tetap relevan dalam memperkuat karakter keagamaan masyarakat serta mendorong pengembangan sosial budaya yang berkelanjutan di Lombok Timur.

 

Penulis : Hananudin Asrori

Editor : Muh. Zunnurain

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru