Lombok Timur, newsline.id – Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIH Pancor menandatangani kerja sama dengan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang untuk mendorong dosen melanjutkan studi doktoral, meningkatkan kapasitas akademik, serta memberdayakan riset dan pembelajaran di kampus nasional luas.Penandatanganan perjanjian kerja sama dilaksanakan di Kampus IAIH Pancor, Senin (3/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan FDK IAIH Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, M.A., dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag.
“Atas nama civitas akademika IAIH Pancor, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang beserta rombongan. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus mempererat silaturahmi akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia,” kata Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. Heri Hadi Saputra, M.Pd.,
Heri Hadi Saputra menjelaskan bahwa IAIH Pancor memiliki sepuluh program studi yang tersebar dalam tiga fakultas. Menurutnya, institusi terus berupaya meningkatkan mutu akademik dan kapasitas dosen agar mampu menjawab tantangan era digital serta kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan dosen-dosen IAIH Pancor memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, terlibat dalam riset bersama, serta memperkuat kualitas pembelajaran di bidang keislaman.
Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Muhyar Fanani, menyambut baik kerja sama itu dan menyatakan kesiapan memfasilitasi proses studi bagi dosen IAIH Pancor. Ia menyebutkan mekanisme perkuliahan dapat diselenggarakan secara reguler di Semarang maupun melalui sistem pembelajaran hybrid agar dosen tetap menjalankan tugas mengajar di kampus asal.
Prof. Muhyar menambahkan bahwa dosen IAIH Pancor memperoleh potongan biaya SPP sebesar 50 persen. “Biaya SPP semula Rp8 juta menjadi Rp4 juta per semester. Kami berharap skema ini mendorong dosen menempuh pendidikan doktoral tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Penulis : R9
Editor : Redaksi Newsline NTB







