FKKM NTB dan GPS Bongkar Dugaan Raibnya Dana BOS–BPP Rp 2,7 Miliar di SMA Negeri 1 Keruak

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selong, newsline.id — Massa dari Forum Komunikasi dan Kajian NTB (FKKM NTB) dan Gerakan Pemuda Sasak (GPS) Bersatu melanjutkan aksi ke Kejaksaan Negeri Selong, membawa dokumen yang disebut sebagai bukti awal dugaan penggelapan dana pendidikan senilai Rp 2,7 miliar di SMA Negeri 1 Keruak, Rabu,(3/12).

Sebelumnya, massa menggelar aksi di halaman Mapolres Lombok Timur sebelum bergerak ke kejaksaan. Dugaan penggelapan Dana BOS dan BPP ditujukan kepada mantan Plh Kepala Sekolah berinisial MT, mantan KTU berinisial A, dan mantan bendahara sekolah berinisial NS.

“BPKP NTB harus segera mengaudit penggunaan dana BOS dan BPP tahun anggaran 2024–2025. Dokumen yang kami pegang menunjukkan kejanggalan dan kecenderungan manipulatif, sehingga penyelidikan harus segera dilakukan,” kata Ketua FKKM NTB, Fahri Rahman.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua GPS Bersatu, Zaeni Hasyari, menambahkan dokumen yang diserahkan berupa Buku Kas Umum Dana BOS dan BPP tahun 2024–2025, Surat Perintah Membayar kegiatan Juli–Agustus 2025, serta rekening koran dana BOS dan BPP tahun 2024–2025.

“Investigasi awal menemukan Rencana Penggunaan Uang (RPU) dibuat tanpa melibatkan guru, komite, atau pihak terkait, serta beberapa nota diduga menggunakan stempel palsu” ujarnya.

FKKM NTB dan GPS Bersatu menemukan sejumlah kejanggalan, seperti program pengadaan yang tidak tercantum di RPU namun muncul dalam laporan penggunaan dana, pengadaan ATK yang dibebankan tidak sesuai tahap pencairan, dan beberapa kegiatan fiktif tetap dibayarkan. Dana BOS dan BPP dikelola secara tertutup oleh kelompok kecil, dengan indikasi kongkalikong antara mantan KTU dan bendahara.

Selain itu, siswa dibebani biaya seragam berlebih. SMA Negeri 1 Keruak membebankan empat jenis seragam masing-masing Rp 285 ribu, padahal harga pasaran sekitar Rp 230 ribu. Praktik ini diduga menjadi ladang bisnis bagi pengelola sebelumnya.

Kepala Sekolah baru yang menjabat sejak 28 Agustus 2025 mengatakan, “Saya baru tiga bulan menjabat. Kami akan klarifikasi ke pihak-pihak terkait agar tidak ada kesalahpahaman,” menegaskan bahwa dugaan pelanggaran terjadi sebelum masa jabatannya.

Dengan masuknya laporan resmi, dokumen BKU, SPM, dan indikasi penggunaan stempel palsu, kasus ini kini berada di tangan Kejaksaan Negeri Selong.

FKKM NTB dan GPS Bersatu menegaskan akan terus mengawal kasus ini. “Negara tidak boleh kalah dari permainan oknum. Dana pendidikan adalah hak publik, bukan celengan pribadi,” tutup Fahri.

Penulis : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru