Selong, newsline.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur terus menggencarkan upaya mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Muliadi mengatakan kegiatan mitigasi tetap dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, komunitas, serta para pemangku kepentingan di tingkat desa.
“Mitigasi tetap kami lakukan, baik kepada komunitas, masyarakat, maupun para pemangku kepentingan,” kata Muliadi di Selong, Senin,(12/1).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan mitigasi dan pengenalan risiko bencana tidak hanya difokuskan pada desa, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah dan kelompok masyarakat rentan.
“Kami memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penghuni panti, agar mereka memahami potensi bencana dan langkah mitigasi yang perlu dilakukan,” ujarnya.
Muliadi menjelaskan hasil asesmen yang dilakukan BPBD pada malam sebelumnya menunjukkan tidak adanya warga yang harus mengungsi. Sebagian besar masyarakat masih dapat menempati rumah masing-masing karena kerusakan yang terjadi tergolong ringan.
Ia menyebutkan terdapat delapan unit rumah yang mengalami kerusakan berat, namun kondisi di lapangan telah berangsur normal.
“Tenda yang kami dirikan difungsikan untuk petugas agar tetap siaga dan dapat memantau perkembangan kondisi masyarakat,” ucapnya.
Terkait peristiwa angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Sakra Timur, Muliadi menyampaikan korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Sementara itu, dampak kejadian tersebut masih menunggu laporan resmi dari pihak kecamatan.
Ke depan, BPBD Lombok Timur akan menjalankan program mitigasi terpadu dengan menyasar satu desa secara khusus melalui kolaborasi lintas bidang dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Bidang mitigasi akan melakukan sosialisasi, bidang kedaruratan dan logistik melaksanakan pelatihan, sedangkan bidang rehabilitasi dan rekonstruksi menangani perbaikan infrastruktur sesuai kemampuan dan kapasitas kita serta OPD yang sesuai kebutuhan desa itu,” tutupnya. (AK)
Editor : R9







