Selong, Newsline.id — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Timur pada Kamis (23/4), dengan agenda utama meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur yang direncanakan bertransformasi menjadi Rumah Sehat Baznas.
Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid, bersama rombongan memulai kunjungan di RSUD Lombok Timur yang berlokasi di Labuhan Haji. Dalam peninjauan tersebut, pihak rumah sakit memaparkan kondisi terkini fasilitas serta sarana prasarana yang dimiliki.
Direktur RSUD Lombok Timur menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut saat ini berstatus tipe D dengan akreditasi paripurna. Namun, sejumlah alat kesehatan yang tersedia tidak dapat dipindahkan karena telah terpasang permanen.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat di Pendopo Bupati Lombok Timur.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa RSUD Lombok Timur memiliki sejarah unik karena dibangun dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat. Rumah sakit yang sebelumnya bernama Rumah Sakit Islam (RSI) Kita itu dibangun pada 2017 dengan anggaran sekitar Rp30 miliar yang sepenuhnya berasal dari dana umat.
“Rumah sakit ini pada dasarnya memang dari umat, sehingga ke depan diharapkan kembali sepenuhnya untuk melayani masyarakat, khususnya yang kurang mampu,” ujarnya.
Seiring rencana pengelolaan oleh Baznas RI, RSUD tersebut akan dikembalikan pada fungsi awalnya sebagai layanan kesehatan berbasis dana umat.
Namun demikian, Bupati juga menyampaikan sejumlah tantangan, terutama terkait rencana pemindahan lokasi rumah sakit ke Kecamatan Masbagik. Ia berharap Baznas dapat membantu penyediaan peralatan kesehatan baru, mengingat sebagian alat lama tidak dapat dipindahkan.
Selain itu, bantuan alat kesehatan senilai Rp30 miliar dari Kementerian Kesehatan baru dijadwalkan terealisasi pada 2027, dan dinilai belum mencukupi kebutuhan.
Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi wilayah Masbagik, Pringgasela, dan Sukamulia.
Sementara itu, Ketua Baznas RI H. Sodik Mudjahid mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan masyarakat dalam membangun rumah sakit berbasis dana zakat.
Ia menegaskan bahwa Baznas siap mendukung pengembangan Rumah Sehat Baznas melalui kolaborasi antara Baznas pusat, provinsi, dan daerah, termasuk dalam penyediaan fasilitas dan peralatan.
“Kami ingin pengelolaan zakat tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi lebih terstruktur dan berdampak jangka panjang, termasuk di sektor kesehatan,” ujarnya.
Baznas juga berencana mengembangkan pola pengelolaan zakat ke arah yang lebih sistematis, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, usaha kecil, hingga peternakan.
Menurutnya, potensi zakat di Indonesia masih sangat besar dan belum tergarap optimal. Oleh karena itu, modernisasi dalam pengelolaan zakat akan terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Baznas RI juga menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi berbasis dana umat.
Penulis : AK
Editor : Redaksi








