Bupati Lombok Timur Angkat 130 Ribu BPJS Nonaktif dalam Audiensi dengan Mensos

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

selong, ntb.newsline.id — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan sejumlah persoalan strategis daerah dalam audiensi bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taufik mengangkat tiga isu utama, yakni program Sekolah Rakyat, kepesertaan BPJS Kesehatan, serta penyaluran bantuan sosial.

Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, Bupati menyampaikan bahwa sekitar 130 ribu warga Lombok Timur tercatat dalam kondisi nonaktif. Menurutnya, hal ini berpotensi menambah beban anggaran daerah apabila tidak ditangani bersama pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika tidak diambil alih pemerintah pusat, maka daerah berpotensi menambah anggaran hingga Rp50 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk pembiayaan BPJS Kesehatan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan kendala dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat, terutama terkait ketersediaan lahan dan fasilitas. Saat ini, sebagian siswa masih menggunakan fasilitas sementara di beberapa lokasi.

Sementara itu, untuk program bantuan sosial, Bupati menyebutkan bahwa penyalurannya di Lombok Timur relatif berjalan baik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penonaktifan sebagian peserta BPJS dilakukan berdasarkan pembaruan data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, sekitar 70 ribu peserta dinonaktifkan karena tidak lagi memenuhi kriteria, sementara sebagian lainnya telah diaktifkan kembali sesuai ketentuan.

“Penyesuaian ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Data yang sudah ditanggung pusat tidak perlu lagi dibebankan ke daerah,” kata Mensos.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program sosial, termasuk Sekolah Rakyat.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik dan perlindungan sosial di daerah.

Penulis : Ak

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital
Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur
DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik
GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu
Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun
Gedung Serbaguna Disiapkan Jadi Ikon Baru Lombok Timur, Siap Tampung 2.000 Orang
Rotasi Jabatan untuk Kemajuan Daerah, Bupati Lotim Ajak Pejabat Kerja Bersama
Bupati Lombok Timur Lepas Rombongan Pawai Ta’aruf MTQ NTB ke-31
Bupati Lombok Timur sampaikan 130 ribu warga nonaktif BPJS dalam audiensi dengan Mensos. Pemerintah pusat jelaskan penyesuaian data DTSEN.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:52 WITA

Gebrakan KKN ITSkes Muhammadiyah Selong, 341 Warga Pringgabaya Utara Sukses Migrasi ke KTP Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17 WITA

Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, PMII Apresiasi Kapolres Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WITA

DPK HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Buka HIMMAH Teknik Mengabdi 2026, Fokus Transformasi Digital di Tembeng Putik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:10 WITA

GASAK NTB Kritik Parpol yang Dinilai Abaikan Caleg Tak Terpilih Pasca Pemilu

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:43 WITA

Festival Peresean Kembang Kuning Ditutup, Bupati Lotim Dorong Festival Peresean Digelar Empat Kali Setahun

Berita Terbaru