Restorative Justice Dikedepankan, Polisi Libatkan Tokoh Adat Lindungi Anak di Lingsar

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingsar, newsline.id— Polsek Lingsar mengedepankan pendekatan restorative justice dalam menyelesaikan kesalahpahaman antarwarga di wilayah hukumnya. Mediasi berlangsung di kantor desa, Kamis (29/01/2026) pagi, dengan melibatkan perangkat desa, aparat kewilayahan, serta tokoh adat setempat.

“Restorative justice kami kedepankan dengan melibatkan tokoh adat dan perangkat desa. Perlindungan anak tetap jadi prioritas, sekaligus menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan,” ujar Kapolsek Lingsar Iptu Herwin Jonathan Nababan, saat dikonfirmasi terpisah, Jumat (30/01/2026).

Melalui Bhabinkamtibmas, Polsek Lingsar memfasilitasi dialog bersama kepala desa, kepala dusun, Babinsa, dan Ketua Banjar. Kehadiran tokoh adat memberi ruang musyawarah berbasis nilai lokal, sekaligus menjaga keseimbangan rasa keadilan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesalahpahaman bermula dari peristiwa yang dialami seorang anak berusia 12 tahun, sebut saja Cempaka, saat berada di kamar mandi hingga merasa kaget dan berteriak. Dampak psikologis terhadap anak menjadi perhatian utama dalam proses mediasi. Keluarga korban diwakili ayah dan nenek, sementara pihak terlapor hadir langsung untuk memberikan klarifikasi.

Dialog berjalan terbuka dan berimbang. Pihak terlapor menjelaskan aktivitas di sekitar lokasi saat kejadian yang berkaitan dengan pembersihan halaman dan saluran pembuangan. Dalam proses tersebut tidak ditemukan adanya tindakan seperti dugaan awal. Hubungan kekerabatan dekat antara kedua pihak juga terungkap dan menjadi pertimbangan penting dalam musyawarah.

Kesepakatan damai akhirnya dicapai melalui musyawarah yang dituangkan dalam surat pernyataan. Pendekatan ini menitikberatkan pemulihan hubungan keluarga, ketenangan anak, serta keharmonisan lingkungan tanpa mengesampingkan nilai perlindungan anak.

Selama proses mediasi, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan konflik serupa di kemudian hari. (AK)

Editor : R9

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda NTB Gelar Minggu Kasih di Gereja Imanuel Mataram, Perkuat Toleransi
Penantian 16 Tahun Berakhir, Bupati Lotim Serahkan SHM ke 109 KK Transmigran UPT Jeringo
Kapolresta Mataram Hadiri HUT TNI ke-81, Tegaskan Soliditas TNI-Polri
Jelang MotoGP Mandalika, Polsek Lingsar Gelar KRYD Imbangan Operasi Mandalika Rinjani
Imbas Pengusutan Kejagung, GASAK NTB Desak Audit Program MBG di Lombok Timur
Enam Pejabat Pemkab Lotim Ikuti PKN II, Wabup Lotim Hadiri Pembukaan
Polda NTB Ungkap Jaringan Curanmor Antarprovinsi, Delapan Orang Diamankan
BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp950 Juta

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Kapolda NTB Gelar Minggu Kasih di Gereja Imanuel Mataram, Perkuat Toleransi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Penantian 16 Tahun Berakhir, Bupati Lotim Serahkan SHM ke 109 KK Transmigran UPT Jeringo

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:42 WITA

Kapolresta Mataram Hadiri HUT TNI ke-81, Tegaskan Soliditas TNI-Polri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:05 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polsek Lingsar Gelar KRYD Imbangan Operasi Mandalika Rinjani

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30 WITA

Imbas Pengusutan Kejagung, GASAK NTB Desak Audit Program MBG di Lombok Timur

Berita Terbaru