Selong, newsline.id – Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, TGB M. Zainul Majdi menekankan pentingnya pendalaman kosakata Al-Qur’an sebagai fondasi untuk memperkuat moderasi beragama di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan keagamaan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam International Conference on Social Humanities (ICSH 2025) yang digelar di kampus IAIH Pancor, Kamis (11/12).
TGB menjelaskan bahwa dinamika sosial yang berkembang pesat telah melahirkan beragam pertanyaan dan persoalan keislaman, sehingga para akademisi dan dai dituntut memiliki kapasitas pemahaman Al-Qur’an yang lebih komprehensif. Menurutnya, penguasaan kosakata Al-Qur’an akan membantu para penyampai dakwah untuk memberikan jawaban yang proporsional dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang moderat.
“Kita menghadapi pertanyaan umat yang semakin kompleks. Karena itu, pendalaman kosakata Al-Qur’an menjadi kunci agar setiap jawaban tetap berada dalam koridor moderat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti maraknya pemahaman keagamaan yang ekstrem dan asing dalam konteks sosial Indonesia.
Fenomena tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya ketegangan horizontal dan konflik antar umat akibat perbedaan pandangan keagamaan.
“Banyak konflik komunal muncul karena perbedaan paham. Ini menunjukkan pentingnya memperkuat moderasi beragama agar masyarakat tidak mudah terbelah,” katanya.
TGB menegaskan bahwa wasathiyah sebagai konsep moderasi dalam Islam memiliki landasan kuat dari Al-Qur’an.
Menurutnya, nilai moderasi tidak hadir secara otomatis, tetapi bersumber dari istilah dan konsep yang otentik dalam nash.
Ia menjelaskan bahwa konsep wasathiyah mencakup komitmen untuk memilih jalan terbaik dalam membangun peradaban dan kemampuan bersikap proporsional dalam menilai berbagai persoalan.
Dengan merujuk pada tafsir Ibnu Jarir, ia menambahkan bahwa ajaran Islam tidak memberi ruang bagi sikap ekstrem yang meniadakan keberadaan orang lain atau memaksakan pandangan sepihak.
“Tidak ada tempat bagi pemahaman yang hanya ingin didengar tetapi enggan mendengar. Pendalaman konsep dan kosakata Al-Qur’an sangat penting untuk mewujudkan kehidupan beragama yang damai,” tegasnya.
TGB mengajak civitas akademika Fakultas Dakwah serta berbagai pihak yang bergerak di bidang keagamaan untuk terus menguatkan moderasi beragama sebagai upaya menjaga harmoni sosial di tengah keragaman masyarakat Indonesia.
Penulis : Muh. Zunnurain








