Selong, newsline.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendorong pengembangan ekowisata mangrove di Desa Sugian, Kecamatan Sambalia, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, mengatakan pengembangan kawasan mangrove tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan warga.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar merestorasi mangrove, tetapi memastikan ekonomi masyarakat terus bergerak melalui penguatan sektor wisata,” ujarnya saat peluncuran ekowisata mangrove di kawasan TWA Keramat Suci, Sabtu.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan ekonomi agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.
Menurut dia, pengelolaan destinasi wisata harus didukung tiga pilar utama, yakni aksesibilitas, komunikasi, dan atraksi, dengan melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) sebagai penggerak utama di lapangan.
Selain itu, ia mengingatkan agar pengelolaan destinasi dilakukan secara profesional dengan memisahkan aspek manajemen dan kepemilikan guna menghindari konflik yang berpotensi menghambat perkembangan wisata.
Pemerintah daerah juga mengapresiasi dukungan Wahana Visi Indonesia dalam pendampingan pengembangan kawasan tersebut, termasuk penyusunan rencana induk (masterplan) ekonomi wisata mangrove.
Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi, mengatakan wilayahnya memiliki potensi pesisir yang besar karena berhadapan langsung dengan kawasan Gili Sulat dan Gili Lawang.
Ia menyebut pengembangan wisata di kawasan Pantai Gubuk Bedek Keramat Suci selama ini mendapat pendampingan intensif, termasuk program rehabilitasi mangrove.
Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia, Sidiq, menyatakan pengembangan ekowisata tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang lima hingga 10 tahun ke depan.
“Fokus utama kami tidak hanya penanaman, tetapi restorasi mangrove secara menyeluruh yang berdampak pada perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Peluncuran ekowisata tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan dokumen masterplan ekonomi wisata mangrove kepada pemerintah desa serta dokumen pelatihan ekowisata kepada perwakilan masyarakat setempat. (AK)
Editor : R9









