Solo, newsline.id – Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan menghormati proses hukum terkait kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret namanya dan menyatakan tidak ingin mencampuri jalannya penegakan hukum tersebut.
“Urusan memaafkan itu urusan pribadi, dan urusan hukum ya urusan hukum. Biarlah prosesnya berjalan apa adanya,” ujar Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah.
Ia menegaskan dirinya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita hormati proses hukum yang ada,” katanya.
Menanggapi pernyataan Eggy Sudjana yang menyebut ijazah Jokowi yang ditunjukkan dalam gelar perkara Polda Metro Jaya adalah asli, Jokowi membenarkan hal tersebut.
“Ya memang asli. Kan memang asli,” ucapnya.
Jokowi menambahkan, ruang untuk memaafkan tetap terbuka, meskipun hal tersebut merupakan ranah pribadi.
“Kalau memang ada ruang untuk memaafkan, kenapa tidak. Tapi sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi,” ujarnya.
Ia juga menyatakan siap hadir di persidangan apabila diminta oleh hakim untuk menunjukkan ijazah yang dimilikinya dari jenjang sekolah dasar hingga sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara itu, Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) Willem Frans Ansanay mengatakan Jokowi bersedia memaafkan sebagian terlapor dalam kasus pencemaran nama baik tersebut, kecuali tiga orang.
“Diskusi kami terkait pihak-pihak yang terus memperkeruh situasi bangsa dan negara terkait isu ijazah Pak Jokowi,” ujarnya.







