Mataram, newsline.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memberangkatkan 33 pekerja layanan publik sebagai penerima hadiah umrah dalam kegiatan pelepasan di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (21/1).
“Program pemberian hadiah umrah ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pekerja yang selama ini menjaga keberlangsungan layanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB,” ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya.
Para penerima hadiah umrah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis (22/1/2026) melalui Muhsinin Tour and Travel dengan pendampingan TGH. M. Jamiluddin Syahid Al Yazidi.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Iqbal menjelaskan penerima hadiah umrah berasal dari berbagai latar belakang profesi, di antaranya kader posyandu, polisi hutan, sopir, tukang kebun, hingga pramusaji. Menurutnya, seluruh profesi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kontribusi kalian semua sangat berarti. Kalian adalah bagian penting dalam proses membangun NTB,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan masyarakat NTB, khususnya mereka yang masih berada dalam kondisi kemiskinan.
“Saat turun langsung ke lapangan, saya melihat kemiskinan sebagai realitas yang berat. Karena itu saya titip doa agar masyarakat NTB dapat keluar dari kemiskinan dan para pemimpinnya diberi kekuatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program hadiah umrah akan terus diupayakan untuk dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga mengalokasikan program umrah bagi aparatur sipil negara (ASN) berprestasi yang dibiayai melalui anggaran pemerintah daerah.
Sementara itu, Agus Talino, salah satu perwakilan penerima hadiah umrah, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi kami untuk menunaikan ibadah umrah,” ujarnya.







