Jakarta, newsline.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai surut seiring membaiknya kondisi cuaca dalam dua hari terakhir. Genangan air di sebagian besar lokasi telah berkurang signifikan dan menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa cuaca cerah tanpa hujan menjadi faktor utama yang mempercepat penyusutan banjir di tiga provinsi tersebut.
“Dengan tidak ada hujan dua hari ini di tiga provinsi, yang kemarin airnya tinggi, sekarang rata-rata sudah surut,” ujar Suharyanto Minggu, (30/11).
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa kondisi tanpa hujan tersebut diharapkan dapat berlanjut dalam satu hingga dua hari ke depan agar proses penanganan darurat dapat dilakukan lebih optimal. “Tinggal menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal. Mudah-mudahan satu dua hari ke depan kondisinya semakin baik,” katanya.
Menurut Suharyanto, membaiknya cuaca dalam dua hari terakhir turut didukung oleh operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Cuaca dua hari ini di tiga provinsi, baik di Aceh, Sumatera Barat, maupun di Sumatera Utara, alhamdulillah terang, tidak ada hujan sama sekali,” ucapnya.
Ia berharap kondisi cuaca yang stabil dapat terus terjaga sehingga membantu percepatan penanganan banjir dan longsor di lapangan. “Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana,” katanya.
BNPB juga memastikan bahwa operasi modifikasi cuaca akan dilanjutkan selama masa tanggap darurat masih berlangsung. Total empat pesawat fixed wing jenis Caravan disiagakan untuk mendukung operasi tersebut.
“Untuk di Aceh satu pesawat, di Sumatera Utara satu pesawat, dan di Sumatera Barat satu pesawat. Kami juga masih memiliki satu pesawat cadangan untuk kontinjensi,” ujar Suharyanto.
Penulis : R9







