Selong, newsline.id— Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup mengandalkan intervensi gizi dan perlu disertai perhatian terhadap kondisi psikologis anak serta keharmonisan keluarga. Penekanan itu disampaikan dalam kegiatan Bakti Stunting di Puskesmas Kotaraja, Lombok Timur, Kamis (11/12/2025).
Upaya pencegahan stunting, menurut Dinda, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.
“Hal-hal sederhana seperti perhatian, sentuhan, dan suasana keluarga yang rukun sangat memengaruhi tumbuh kembang anak,” ujar Dinda.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri meski angka stunting telah menunjukkan penurunan di sejumlah titik. Intervensi, kata dia, harus memastikan menjangkau wilayah yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dinda turut mengajak masyarakat memperkuat budaya hidup bersih sebagai langkah pencegahan penyakit yang berkontribusi terhadap risiko stunting. Ia menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sejak di lingkungan keluarga.
“Pencegahan jauh lebih mudah dibandingkan pengobatan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dapat melindungi keluarga dari berbagai penyakit menular,” ucapnya.
Selain itu, ia mengingatkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan keramahan dan empati. Wagub menilai senyum dan sikap humanis petugas dapat memberikan ketenangan awal bagi pasien dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Penulis : R9







