Selong, ntb.newsline.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencatatkan capaian kinerja yang menggembirakan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya saat menghadiri Rapat Paripurna X DPRD Kabupaten Lombok Timur dalam agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 dan Pembentukan Gabungan Komisi, Kamis (2/4/2026), di Ruang Rapat Utama DPRD Lombok Timur.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Mewakili Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp3,43 triliun atau 101,21 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut ditopang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar 100,01 persen serta efektivitas pengelolaan dana transfer sebagai sumber utama pendapatan daerah.
ADVERTISEMENT
.480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Capaian ini menunjukkan kinerja fiskal daerah yang semakin kuat sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Edwin.
Pada tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025-2029, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengimplementasikan delapan misi pembangunan yang dikenal dengan Karya Cita. Delapan misi tersebut menjadi fondasi pembangunan daerah dalam mewujudkan visi Lotim SMART, yakni Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan.
Menurutnya, visi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, transformasi digital pelayanan publik, serta penguatan ekonomi berbasis desa sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah, Pemkab Lombok Timur juga meluncurkan berbagai inovasi digital melalui aplikasi SIPDAH dan PERIRI. Digitalisasi sistem perpajakan dan pembayaran non-tunai tersebut dinilai efektif meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah.
Sementara itu, realisasi belanja daerah pada Perubahan APBD 2025 mencapai 98,45 persen dari target Rp3,45 triliun. Belanja operasi masih mendominasi dengan nilai Rp2,66 triliun, sedangkan belanja modal sebesar Rp328,52 miliar difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan gedung pelayanan publik.
Di sektor ekonomi, Lombok Timur berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,93 persen atau melampaui target 4,60 persen. Pada saat yang sama, Indeks Inovasi Daerah mencapai angka 58,74 atau 117,48 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian positif juga terlihat pada sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur tahun 2025 mencapai 72,35. Angka tersebut didukung meningkatnya rata-rata lama sekolah menjadi 7,71 tahun serta meningkatnya harapan lama sekolah hingga jenjang Diploma II.
Di bidang kesehatan, Usia Harapan Hidup masyarakat Lombok Timur meningkat menjadi 72,29 tahun. Pemerintah daerah juga terus memperkuat upaya penanganan stunting dan penurunan angka kematian ibu serta bayi.
Pembangunan infrastruktur dasar turut menunjukkan hasil positif. Akses masyarakat terhadap air minum layak mencapai 86,99 persen. Sementara untuk sektor perumahan, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berhasil ditekan dari 38.262 unit pada tahun 2019 menjadi 23.511 unit pada tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 523 unit RTLH berhasil ditangani melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan intervensi APBD. Capaian tersebut mendorong peningkatan persentase rumah tangga dengan akses hunian layak menjadi 82,49 persen.
Pada aspek kesejahteraan sosial, angka kemiskinan Lombok Timur terus mengalami penurunan hingga berada pada angka 13,53 persen pada tahun 2025. Penurunan tersebut didukung berbagai program perlindungan sosial yang menjangkau lebih dari 103 persen penerima manfaat dari target yang direncanakan.
Wakil Bupati menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari kolaborasi seluruh pihak. Meski demikian, berbagai indikator yang belum optimal akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan kebijakan yang lebih progresif dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan Lombok Timur SMART.
Penulis : Ak
Editor : Redaksi







