Gubernur NTB Jadikan LHP BPK Dasar Pembenahan Tata Kelola

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, newsline.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI menjadi dasar pembenahan tata kelola pemerintahan daerah dan harus ditindaklanjuti secara nyata, Senin, (26/1)

“Setiap rekomendasi BPK kami perlakukan sebagai cermin evaluasi objektif untuk memperbaiki sistem dan pelayanan publik,” ujarnya saat penyerahan LHP BPK RI Perwakilan NTB Semester II 2025 Tahap II di Gedung Sangkareang, Kompleks Kantor Gubernur NTB.

Ia mengatakan temuan pemeriksaan pada sektor lingkungan dan kehutanan, pertambangan, serta Bank NTB Syariah menjadi pijakan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar pemenuhan administratif.

ADVERTISEMENT

ads.480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sektor kehutanan dan lingkungan, ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap perusakan hutan dan penerbitan izin pertambangan rakyat dilakukan secara hati-hati.

“Hingga kini baru satu izin pertambangan rakyat diterbitkan sebagai proyek percontohan karena seluruh persyaratan lingkungan terpenuhi. Sekitar 15 blok lainnya belum kami terbitkan karena belum memenuhi ketentuan,” katanya.

Ia meminta Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkuat pendampingan agar pengusul izin memahami standar perizinan, termasuk rencana pasca tambang.

Di bidang ketahanan pangan, ia menilai pengaktifan kembali jaringan irigasi lama lebih efektif dibanding pembangunan baru karena dapat mempercepat perluasan areal tanam.

“Sekitar 44 ribu hektare lahan berpotensi aktif kembali jika irigasi teknis difungsikan. Tahun 2026 kami targetkan revitalisasi irigasi dan pompanisasi seluas 14 ribu hektare,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas penyimpanan hasil panen yang berdampak pada posisi tawar petani. Dari kebutuhan tampung sekitar 1,7 juta ton, kapasitas Bulog disebut baru 44 ribu ton dan swasta sekitar 100 ribu ton.

Pemprov NTB, katanya, berkomitmen memperkuat fasilitas penyimpanan dan tata niaga pangan serta menjaga harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram.

Pada sektor perbankan daerah, ia menilai Bank NTB Syariah harus lebih berperan sebagai instrumen pembangunan ekonomi rakyat.

“Porsi kredit yang dominan ke ASN dan kecil ke masyarakat menjadi perhatian. Pembiayaan produktif untuk UMKM, PMI, peternakan, dan sektor rakyat harus diperbesar,” katanya.

Ia juga meminta perbaikan struktur pendanaan dan penguatan sinergi dengan BPR agar layanan keuangan mikro lebih menjangkau masyarakat.

Gubernur meminta seluruh organisasi perangkat daerah memastikan tindak lanjut rekomendasi BPK berjalan tegas, transparan, dan terukur.

“Kita ingin dikenang sebagai pemerintahan yang menyelesaikan masalah, bukan mewariskannya,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel ntb.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS
127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan
Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan
Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna
Dua Kali Kebakaran TNGR Berhasil Dikendalikan, Bupati Lotim Khawatir Isu Internasional dan Ajukan Bantuan Pusat
Silaturahmi dengan Anggota DPR RI, Ketua Umum API NTB Soroti Kesederhanaan Nanang Samodra dan Kedekatan dengan Masyarakat
Pemkab Lombok Timur Targetkan 501.104 KK dalam Pendataan Perlinsos, Percepatan Satu Data Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:20 WITA

20 Peserta Ikuti Pelatihan Kompetensi, Bupati Lotim Serahkan Bantuan Peralatan DBH-CHT dan Santunan BPJS

Senin, 7 September 2026 - 16:48 WITA

127 Desa di Lotim Belum Bangun KDKMP, Bupati: Manfaatkan Rp1 Miliar dari Negara, Cari Solusi Lahan

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Bupati Lotim Tegaskan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Jadi Prioritas, Siapkan Rp200 Miliar untuk Jalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:44 WITA

Bupati Lotim Lepas 80 Kontingen Pramuka ke Jamnas XII di Cibubur, Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Bupati Lotim Sampaikan KUA-PPAS 2027 Rp3,176 Triliun, DPRD Setujui Dua Raperda di Paripurna

Berita Terbaru